toko buku islam online menyediakan buku-buku pilihan yang berkualitas

Tauhid


4 Agustus 2014

Tauhid dalam bahasa artinya menjadikan sesuatu esa. Yang dimaksud disini adalah mempercayai bahwa Allah swt itu Esa. Sedangkan secara istilah ilmu tauhid ialah ilmu yang membahas segala kepercayaan-kepercayaan yang diambil dari dalil dalil keyakinan dan hukum-hukum dalam Islam termasuk hukum mempercayakan Allah itu Esa.

Seandainya ada orang tidak mempercayai keesaan Allah swt atau mengingkari perkara-perkara yang menjadi dasar ilmu tauhid, maka orang itu dikatagorikan bukan muslim atau kafir. Begitu pula halnya seandainya seorang muslim menukar kepercayaan dari mempercayai keesaan Allah swt, maka kedudukannya juga sama dengan kafir.

Perkara dasar yang wajib dipercayai dalam ilmu tauhid ialah perkara yang dalilnya atau buktinya cukup terang dan kuat yang terdapat di dalam Al-Quran atau hadist yang shahih. Perkara ini tidak boleh ditakwil atau ditukar maknanya yang asli dengan makna yang lain.

Tujuan mempelajari ilmu tauhid adalah mengenal Allah swt dan Rasul-Nya dengan dalil-dalil yang pasti dan menetapkan sesuatu yang wajib bagi Allah swt dari sifat-sifat yang sempurna dan mensucikan Allah swt dari tanda-tanda kekurangan dan membenarkan semua rasul-Nya.

Hukum mempelajari ilmu tauhid adalah fardhu ‘ain atau wajib bagi setiap mukallaf (orang yang akil dan baliqh), laki-laki dan perempuan. Jadi mempelajari ilmu tauhid dalah wajib atau satu keharusan bag setiap orang baik laki-laki maupun perempuan yang memiliki akal sehat dan telah memasuki umur dewasa sebelum ia mempelajari ilmu-ilmu agama lainnya. Karena ilmu ini bersangkutan dengan keimanan dan keberadaan Allah swt dan para rasul-Nya.


Diambil dari :

Buku “Akidah Menurut Ajaran Nabi (hal 8 & 14)”

Karya Habib Abdurrahman bin Saggaf Assegaf

Penerbit Cahaya Ilmu, 254 hal, Ukuran 15x21 cm,

Klik disini dan dapatkan bukunya : Akidah Menurut Ajaran Nabi



Baca juga
  » 26 Agustus 2017
Khulafa ar-Rasyidin
...maka ia akan melihat sifat Sayyidina Abubakar sama dengan Sayyidina Ustman. Mereka berdua lebih dikuasai sifat malu dan belas kasih. Sedangkan sifat junjungan kami Umar sama dengan junjungan kami Ali. Mereka berdua dikuasai sifat kuat dan tegas.

  » 13 Agustus 2017
Mengobati Penyakit Malas Beribadah
Bagaimanakah cara mengobati penyakit malas untuk mengerjakan amalan sunnah, membaca wirid dan lainnya? Dalam buku Habib Umar bin Hafizh menjawab, beliau menjawab :

  » 6 Agustus 2017
Menegur Dengan Halus
Dua cucu Nabi SAW ini ‘menegur’, namun apa yang mereka lakukan tidak menimbulkan kemarahan, tersinggung, malu dan lain-lain. Bahkan dengan kesadaran sendiri, mereka berhasil meluruskan kesalahan

  » 30 Juli 2017
Menjaga Shalat
Beliau SAW menerangkan bahwa ketenangan anggota tubuh karena tenangnya hati. Dan shalat tidak bakalan sempurna tanpa ketenangan itu. Dalam hal ini, para salafunasshalihin ra berkata: “Barangsiapa yang mengetahui orang yang berada di sebelah kanannya dan sebelah kirinya dikala ia dalam shalat, maka ketahuilah bahwa ia tidak khusyu’.”

  » 13 Juli 2014
Mengatur Waktu
Begitu pula seorang hamba yang mendekat kepada Allah. Allah telah menentukan waktu baginya. Mereka yang memanfaatkannya termasuk orang yang beruntung. Mereka yang menyia-nyiakannya termasuk orang yang merugi.

  » 30 Juni 2014
Tafakkur
Hendaknya engkau melazimkan untuk betafakkur pada setiap hari. Engkau tentukan selama satu jam atau beberapa jam, dan pilihlah waktu yang terbaik menurutmu untuk bertafakur.

  » 15 Juni 2014
Shalat Sunnah
Sebagaimana kita ketahui bahwa shalat dijadikan sebagai penentram mata batin Rasulullah, maka Beliau SAW sangatlah menikmati ketika sedang melaksanakan shalat.

  » 13 Juni 2014
Jadikan Allah selalu dihatimu
Ketahuilah bahwa sesungguhnya temanmu yang sejati hanyalah Allah Subhanahuwata ala. Dia adalah Rabb-mu dan Dzat yang telah menciptakan dirimu.

  » 11 Mei 2014
Surat Rasulullah kepada Najasyi
Kami sudah memahami apa yang Anda sampaikan. Karena itu saya bersaksi bahwa Anda adalah Rasulullah, seorang yang jujur dan terpercaya. Saya membaiat Anda dan membaiat anak paman Anda, dan menyatakan keislaman saya dihadapannya.

  » 8 Mei 2014
Bukankah Allah Telah Mencukupi Hamba-Hamba-Nya
Tidak sempurna keimanan seorang Mukmin, jika dihatinya masih bersarang ambisi, kerakusan, dan tuntutan permintaan. Tidak sempurna juga, jika yang ia takuti dan harapkan adalah makhluk (manusia).

Others


- Pojok Hikmah -

"Hakikat kita adalah berasal dari sesuatu yang tidak ada, dan puncak kita adalah kembali kepada Tuhan untuk memperhitungkan amal perbuatan kita" - Habib Umar bin Hafizh Menjawab


Kami Siap Melayani Anda
Hubungi kami di
Telp/SMS/Whatsapp
0878.8411.5122




Login
Shopping Cart
shopping cart
Information