toko buku islam online menyediakan buku-buku pilihan yang berkualitas

Mengatur Waktu


13 Juli 2014

Allah menyediakan waktu yang terbatas untuk manusia di dunia yang penuh dengan ujian ini. Semua itu untuk membuktikan bahwa siapa diantara hamba-hamba-Nya yang berhasil dan siapa yang gagal. Dimulai ketika dilahirkan ke bumi hingga wafatnya, setiap manusia memiliki kadar waktu dan ujian yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Seperti seorang murid yang sedang mengerjakan ujian. Semakin tinggi pendidikannya semakin sulit ujian yang ditempuh. Seorang murid tingkat dasar tentu saja tidak akan diuji dengan ujian setingkat mahasiswa. Mustahil murid sekolah dasar dipaksa mengerjakan ujian mahasiswa.

Demikian pula tingkatan hamba di hadapan Allah, berbeda antara satu dengan yang lain. Tingkatan di sisi Allah tidak terikat dengan umur sesorang. Bisa jadi seorang anak kecil mendapat ujian lebih berat daripada orang dewasa. Hal itu disebabkan tingkatan anak kecil itu di sisi Allah bagaikan mahasiswa, sedangkan tingkatan orang dewasa itu hanya seukuran murid sekolah dasar.

Dalam pengerjaan ujian dibutuhkan waktu penyelesainnya. Setiap waktu yang diberikan oleh penguji merupakan sesuatu yang berharga bagi seorang murid untuk mengerjakan ujian tersebut. Jika dia memanfaatkan waktu tersebut dengan baik, maka dia mampumenyelesaikan ujian dengan cepat. Jika dia melakukan sesuatu yang sia-sia dalam ruang ujian, dan tidak menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya maka tidak akan selesai ujian tersebut. Jika dia melakukan kecurangan dalam ujian tersebut, maka sesungguhnya dia telah mencoreng kehormatan dirinya dalam ujian tersebut.

Begitu pula seorang hamba yang mendekat kepada Allah. Allah telah menentukan waktu baginya. Mereka yang memanfaatkannya termasuk orang yang beruntung. Mereka yang menyia-nyiakannya termasuk orang yang merugi. Sedangkan yang menggunakannya untuk bermaksiat adalah termasuk orang yang tergelincir pada kebinasaan, jika dia tidak segera memperbaikinya melalui taubat yang sebenar-benarnya.

Diambil dari :

Buku “10 Langkah Kebangkitan Diri (hal 93-94)”

Penerbit Nafas, 244 hal, Ukuran 14x20,5 cm

Klik disini dan dapatkan bukunya : 10 Langkah Kebangkitan Diri




Baca juga
  » 26 Agustus 2017
Khulafa ar-Rasyidin
...maka ia akan melihat sifat Sayyidina Abubakar sama dengan Sayyidina Ustman. Mereka berdua lebih dikuasai sifat malu dan belas kasih. Sedangkan sifat junjungan kami Umar sama dengan junjungan kami Ali. Mereka berdua dikuasai sifat kuat dan tegas.

  » 13 Agustus 2017
Mengobati Penyakit Malas Beribadah
Bagaimanakah cara mengobati penyakit malas untuk mengerjakan amalan sunnah, membaca wirid dan lainnya? Dalam buku Habib Umar bin Hafizh menjawab, beliau menjawab :

  » 6 Agustus 2017
Menegur Dengan Halus
Dua cucu Nabi SAW ini ‘menegur’, namun apa yang mereka lakukan tidak menimbulkan kemarahan, tersinggung, malu dan lain-lain. Bahkan dengan kesadaran sendiri, mereka berhasil meluruskan kesalahan

  » 30 Juli 2017
Menjaga Shalat
Beliau SAW menerangkan bahwa ketenangan anggota tubuh karena tenangnya hati. Dan shalat tidak bakalan sempurna tanpa ketenangan itu. Dalam hal ini, para salafunasshalihin ra berkata: “Barangsiapa yang mengetahui orang yang berada di sebelah kanannya dan sebelah kirinya dikala ia dalam shalat, maka ketahuilah bahwa ia tidak khusyu’.”

  » 4 Agustus 2014
Tauhid
Tujuan mempelajari ilmu tauhid adalah mengenal Allah swt dan Rasul-Nya dengan dalil-dalil yang pasti dan menetapkan sesuatu yang wajib bagi Allah swt dari sifat-sifat yang sempurna dan mensucikan Allah swt dari tanda-tanda kekurangan dan membenarkan semua rasul-Nya.

  » 30 Juni 2014
Tafakkur
Hendaknya engkau melazimkan untuk betafakkur pada setiap hari. Engkau tentukan selama satu jam atau beberapa jam, dan pilihlah waktu yang terbaik menurutmu untuk bertafakur.

  » 15 Juni 2014
Shalat Sunnah
Sebagaimana kita ketahui bahwa shalat dijadikan sebagai penentram mata batin Rasulullah, maka Beliau SAW sangatlah menikmati ketika sedang melaksanakan shalat.

  » 13 Juni 2014
Jadikan Allah selalu dihatimu
Ketahuilah bahwa sesungguhnya temanmu yang sejati hanyalah Allah Subhanahuwata ala. Dia adalah Rabb-mu dan Dzat yang telah menciptakan dirimu.

  » 11 Mei 2014
Surat Rasulullah kepada Najasyi
Kami sudah memahami apa yang Anda sampaikan. Karena itu saya bersaksi bahwa Anda adalah Rasulullah, seorang yang jujur dan terpercaya. Saya membaiat Anda dan membaiat anak paman Anda, dan menyatakan keislaman saya dihadapannya.

  » 8 Mei 2014
Bukankah Allah Telah Mencukupi Hamba-Hamba-Nya
Tidak sempurna keimanan seorang Mukmin, jika dihatinya masih bersarang ambisi, kerakusan, dan tuntutan permintaan. Tidak sempurna juga, jika yang ia takuti dan harapkan adalah makhluk (manusia).

Others


- Pojok Hikmah -

"Hakikat kita adalah berasal dari sesuatu yang tidak ada, dan puncak kita adalah kembali kepada Tuhan untuk memperhitungkan amal perbuatan kita" - Habib Umar bin Hafizh Menjawab


Kami Siap Melayani Anda
Hubungi kami di
Telp/SMS/Whatsapp
0878.8411.5122




Login
Shopping Cart
shopping cart
Information