www.TamanBuku.com
toko buku islam online menyediakan buku-buku pilihan yang berkualitas
  • Bidadari Bumi
  • Dakwah Cara Nabi I dan II
  • Akidah Bani Alawi
  • Pilar Cahaya
  • 55 Kisah Bijak
  • Kupas Tuntas Ratib Al-Haddad
  • Nikmat Saat Sekarat

Tabarruk (Mengambil Berkah)


5 Mei 2014

Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’d ra., ia berkata , “Nabi SAW mendatangi per-kampungan Bani Sa’idah, kemudian beliau berkata, ‘Berilah kami minum, hai Sahl,’ maka saya mengeluarkan mangkok kayu dan member minum mereka.” Kata seorang perawi (Abu Hazim), “Sahl menyuguhkan mangkok kayu tersebut kepada kami, kemudian kami minum dengan mangkok itu. Setelah itu (beberapa tahun kemudian), Umar bin Abdul Aziz meminta agar mangkok tersebut dihadiahkan kepadanya, maka Sahl (yang masih menyimpannya) memberikan kepadanya. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Setelah menyebutkan hadist diatas, Imam an-Nawawi berkata, “Dalam hadist ini terdapat hukum diperbolehkannya tabarruk dengan atsar Nabi SAW., baik dengan apa yang pernah beliau pegang, pakai, atau segala yang memiliki hubungan dengan Beliau SAW. Hukum ini sama halnya dengan hukum yang telah disepakati oleh para ulama, dan diterapkan oleh para ulama salaf dan khalaf, seperti diperbolehkannya tabarruk dengan shalat ditempat Rasulullah SAW dulu pernah shalat yaitu di Raudhah, di gua yang pernah dimasuki Rasulullah SAW dan lain sebagainya. Selain itu, sikap Rasulullah SAW, yang memberikan rambutnya kepada Abu Thalhah agar dibagikan kepada orang-orang; beliau juga memberikan sarungnya untuk mengkafani putrinya; beliau membelah pelepah kurma menjadi dua bagian, lalu ditancapkan ke dua makam; Bintu Malhan mengumpulkan keringat Beliau SAW; sikap para sahabat yang mengambil air bekas wudhu Beliau lalu mengusapkan ketubuhnya; para sahabat menggosok wajah mereka denga air ludah Beliau, dan lain sebagainya, sebagaimana yang diriwayatkan dalam banyak hadist shahih. Semua ini hukumnya jelas, dan tidak ada keraguan didalamnya. (An-Nawawi, Syarah Shahih Muslim 13/178-179).

Dari Asma’ binti Abubakar ra., bahwa ia pernah mengeluarkan dan menunjukkan jubah (dengan motif) thayalisis dan kasrawani (semacam jubah kaisar) berkerah sutera. Kedua sisi jubah itu disulami dengan benang sutera. Asma berkata, “Ini adalah jubah Rasulullah. Semula ia berada ditangan Aisyah. Setelah Aisyah meninggal dunia, aku mengambilnya. Dulu Nabi SAW sering memakainya, dan kami mencucinya agar diambil berkahnya sebagai obat bagi orang-orang yang sakit.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim).

Diambil dari :

Buku “Menjawab Dakwah Kaum ‘Salafi’” (Hal 147-148)

Dapatkan bukunya di sini

Pesan melalui SMS ke 0818.845.239



Baca juga
  » 4 Agustus 2014
Tauhid
Tujuan mempelajari ilmu tauhid adalah mengenal Allah swt dan Rasul-Nya dengan dalil-dalil yang pasti dan menetapkan sesuatu yang wajib bagi Allah swt dari sifat-sifat yang sempurna dan mensucikan Allah swt dari tanda-tanda kekurangan dan membenarkan semua rasul-Nya.

  » 13 Juli 2014
Mengatur Waktu
Begitu pula seorang hamba yang mendekat kepada Allah. Allah telah menentukan waktu baginya. Mereka yang memanfaatkannya termasuk orang yang beruntung. Mereka yang menyia-nyiakannya termasuk orang yang merugi.

  » 30 Juni 2014
Tafakkur
Hendaknya engkau melazimkan untuk betafakkur pada setiap hari. Engkau tentukan selama satu jam atau beberapa jam, dan pilihlah waktu yang terbaik menurutmu untuk bertafakur.

  » 15 Juni 2014
Shalat Sunnah
Sebagaimana kita ketahui bahwa shalat dijadikan sebagai penentram mata batin Rasulullah, maka Beliau SAW sangatlah menikmati ketika sedang melaksanakan shalat.

  » 13 Juni 2014
Jadikan Allah selalu dihatimu
Ketahuilah bahwa sesungguhnya temanmu yang sejati hanyalah Allah Subhanahuwata’ala. Dia adalah Rabb-mu dan Dzat yang telah menciptakan dirimu.

  » 11 Mei 2014
Surat Rasulullah kepada Najasyi
Kami sudah memahami apa yang Anda sampaikan. Karena itu saya bersaksi bahwa Anda adalah Rasulullah, seorang yang jujur dan terpercaya. Saya membaiat Anda dan membaiat anak paman Anda, dan menyatakan keislaman saya dihadapannya.

  » 8 Mei 2014
Bukankah Allah Telah Mencukupi Hamba-Hamba-Nya
Tidak sempurna keimanan seorang Mukmin, jika dihatinya masih bersarang ambisi, kerakusan, dan tuntutan permintaan. Tidak sempurna juga, jika yang ia takuti dan harapkan adalah makhluk (manusia).

  » 3 Mei 2014
Tanda-Tanda Husnul Khatimah
“Ketahuilah bahwa keluarnya nyawa pada saat Malaikat Maut memanggilnya adalah mirip degan seruan pawang ular dari lubang persembunyiannya. Keluarnya dua jasad pada saat seruan adalah sama : seorang Mukmin pada saat itu akan berusaha mengeluarkan nyawanya; sedangkan orang kafir akan berusaha menahan nyawanya.”

  » 14 Maret 2014
Berguru Kepada Sayyidina Ustman Bin Affan
jangan kalian tertipu dan terlalu percaya kepada dunia. Dunia itu tidak dapat dipercaya. Kalian harus tahu, dunia itu tidak akan meninggalkan orang yang meninggalkannya

  » 7 Maret 2014
Keutamaan Ilmu
Ketahuilah, sesungguhnya ilmu dan para penyandangnya, guru dan pelajar, yang menginginkan keridhaan Allah SWT. dan akhirat, memiliki keutamaan yang agung dan kedudukan yang besar serta pahala yang mulia.